Sunday, 13 September 2015

Kekayaan sejati

Banyak orang tanpa sadar terkena jebakan kekayaan,

mulai dari penetapan cita² yg selalu bersifat materi,

penentuan tujuan hidup yg selalu bersifat materi,

kebanggaan & kepercayaan diri jika memiliki jumlah kekayaan tertentu,

hingga pemaknaan kesuksesan yg selalu di ukur dari banyaknya materi.

Kadang² tanpa sadar kita sudah terjerumus dalam jebakan kekayaan ini dgn lebih mengutamakan kesuksesan dalam perolehan harta lebih daripada Pertumbuhan & Pengenalan kita akan TUHAN & KebenaranNYA.

Mengapa?

S b a b secara manusiawi kita lebih suka berjalan dalam kepastian mendapatkan hal² jasmani daripada berjalan dalam iman & mendapatkan kepastian akan hal² yg rohani.

Alkitab dgn jelas mengatakan,
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
(Lukas 12:15)

Kekayaan itu baik,
asal tidak di peroleh dengan cara yg berdosa.

Harta yg cepat di dapat, seperti kemeja yang cepat di buat, sebentar saja sudah lepas. »Douglas Jerrold«

“Harta yang cepat di peroleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”
(Amsal 13:11)

Saking kepingin cepat kaya,
manusia sering tanpa sadar memakai segala cara untuk mencapainya.

Walaupun melanggar Firman Tuhan,
etika & norma² kehidupan tetap saja di tabraknya,
se-olah² harta duniawilah yg terpenting.

“Roti hasil tipuan sedap rasanya,
tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.”
(Amsal 20:17)

Lihat saja para koruptor, terlihat enak hidupnya,
p a d a h a l hidup mereka penuh dgn ketakutan,
bila tersenyum & tertawapun hatinya tawar.

Harta yg paling berharga ialah ketika kita hidup penuh dengan ucapan Syukur, Damai Sejahtera & Sukacita.

“Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.”
(Yesaya 33:6)

Goϑ ϐlešš Yoυ

No comments:

Post a Comment